Pentingnya Komunikasi Organisasi

Oleh: Denhas Mubarok T.A
Ket Cab. HIMA PERSIS Ciputat

Komunikasi dalam organisasi adalah kelaziman untuk mengatur hubungan antar individu dan kelompok. Setiap organisasi menetapkan peran (roles) kepada masing-masing anggota baik laki-laki atu perempuan agar peran-peran itu kemudian dioperasionalkan kedalam tugas (task) dan fungsi (function). Kajian terhadap komunikasi organisasi merupakan hal yang paling relevan untuk menampilkan peranan masing-masing individu terutama kajian gender dan kelompok. Karakteristik komunikasi organisasi meliputi materi, pusat kewenangan dan kekuasaan pengambilan keputusan, serta spesialisasi tugas.

Menurut Aloliliweri, komunikasi organisasi adalah bagaimana sebuah organiassi demi kepentingan organisasi dan mempunyai dampak langsung maupun tidak langsung perilaku individu maupun sosial terhadap organisasi.[1]

Terkait dampak bias gender dari komunikasi yang terjalin dalam organisasi jelas mempengaruhi system prilaku kerja, sedangkan tujuan utama dalam mempelajari komunikasi adalah memperbaiki organisasi. Memperbaiki organisasi biasanya ditafsirkan sebagai memperbaiki hal-hal untuk mencapai tujuan manajemen. Dengan kata lain, orang mempelajari komunikasi organisasi untuk menjadi menajer yang lebih baik. Sebagian penulis berpendapat bahwa manajemen adalah komunikasi. Seringkali teori tradisional dan petunjuk mengenai organisasi dan komunikasi organisasi ditulis dari suatu perspektif manajerial dan sangat menekankan suatu pandangan obyektif. Berangkat dari artikel Trethewey tahun 1999 menarik teori postrukturalis untuk memperluas karya sebelumnya tentang diskursus organisasi untuk memikirkan cara-cara di mana tubuh-tubuh dalam kerja itu positioned by professional and gendered discourse, diposisikan oleh diskursus profesional dan jender.

Karenanya, penulis memandang studi komunikasi organisasi sebagai landasan kuat bagi karier dalam manajemen, pengembangan sumber daya manusia, dan komunikasi perusahaan, dan tugas-tugas lain yang berorientasikan gander dalam organisasi. Walaupun penulis menganggap bahwa tidak ada kejelasan dalan literature ilmu ini, bidang komunikasi organisasi adalah hal baru, sehingga pertanyaan tentang susunan disipliner cukup tajam: dalam pendirian saya, ada keraguan tentang apakah di sana ada domain berarti dari studi-studi komunikasi, dan, jika ada, apakah ini harus dipikirkan sebagai sebuah program yang koheren.

Klaim-klaim disipliner dan klaim balasannya beredar, timbul tenggelam, dalam pola-pola mikro kekuatan bagian yang terus berubah. Dalam konteks ini, kedudukan bahasan komunikasi organisasi saya hampir terisolasi sebagai sebuah makalah (bahasan) komunikasi tunggal dalam sebuah tingkat manajemen, terkait secara longgar dengan sebuah makalah komunikasi interpersonal dalam sosiolinguistika. Banyak sekali karya-karya analisis diskursus organisasi dalam studi-studi manajemen tapi sedikit yang memperhatikan literatur komunikasi organisasi.


[1] Aloliliweri. Sosiologi Organisasi. Penerbit PT. Citra Aditya Bakti. Bandung Hal. 10

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: