MENENGOK KEMBALI URGENSI PLURALISME

Oleh: Denhas Mubaroq T.A

(aktivis formaci)


Pluralisme agama di Negri ini merupakan realitas empiric yang tidak bisa dipungkiri, Pluralisme sering disebut paham baru yang lahir dalam masyarakat modern. Menurut Dr. Alwi Sihab dan Said Agil Siraj, pluralisme merupakan sunatullah , dimana tuhan menciptakan sesuatu dengan berbagai aneka ragam. Sehingga kalau memang Tuhan berkehendak, bisa saja semua manusia itu sama, terutama agamanya. Tapi Allah SWT menciptakan sesuatu dengan berbagai aneka ragam agar dapat menguji siapa yang paling baik amalnya ataupun sebaliknya, sehingga tercantum dalam Qur’an: “fastabikhul khairat” yang artinya berlomba-lomba dalam kebaikan.

Pada saat ini mungkin pemahaman dimasyarakat terhadap pluralisme sering diartikan semua agama itu sama, padahal konteks sama didasarkan pada sikap dan anggapan baik terhadap semua agama sehingga konswekuensinya agama yang baik dan benar itu tidak satu agama atau keyakinan tertentu saja melainkan semua agama. Hanya saja yag perlu diingat bahwa, dengan adanya keragaman dan perbedaan dalam berkeyakinan maka eksistensi Negara harus bersifat netral dan mempunyai fungsi menjamin kebebasan warganya untuk meyakini salah satu agama yang berkembang secara bebas. Karena pada hakikatnya semua agama mengandung nilai-nilai kebaikan bagi manusia. Kemudian kalau kita telaah kembali dasar dari pluralisme adalah “ the fact of plurality” yakni suatu kenyataan bahwa jika sebuah masyarakat mengalami modernisasi maka mau tidak mau mengalami pluralisasi nilai didalamnya.

Kalau dilihat diaklektik pentingnya pluralisme ada beberapa kalangan yang saling kontradiktif diantaranya, kalangan yang menolak berasal dari kalangan kaum konservatif dan fundamental, sedangkan kaum yang mendukung berasal dari kalangan agama, cendikia, politikus serta budayawan yang menerima sebagai realitas hidup bersama sehingga bisa mengembangkan moral dan intelektual yang membuka ruang untuk menuju kebebasan dan toleransi disemua asfek kehidupan. ( F. Budi Hardiman. Kebebasan, 2007). Adapun pluralisme secara ekplisit menurut Jhon Hick, tokoh teologi global mengemukakan: “pluralisme menerima posisi yang lebih radikal yang diaplikasikan oleh inklusivisme, yaitu agama-agama besar mewujudkan persepsi, konsepsi dan respom yang berbeda-beda tentang “The Real” dimana tiap-tiap agama memiliki jalan untuk menuju keselamatan dan pembebasan. ( The Encylopedia Of Religion, vol.12. hal331)

Sejak puluhan tahun yang lalu para ‘founding fathers’ telah merumuskan “Behineka Tunggal Ika”, dengan adanya kebersamaan dalam perbedaan menjadi syarat mutlak tercapainya tujuan bangsa ini. Dari kondisi sosiologis, karakteristik bangsa ini secara eksplisit telah mendukung adanya pluralisme pada saat ini.

Dalam tulisan Ulil Absar Abdalla tentang :” pentingnya menyegarkan kembali pemahaman Islam” . menerangkan bahwa bagaimana kita bisa hidup sesuai dengan tuntutan zaman yang bisa menempatkan diri secara kongruen dengan perkembangan kemanusiaan, tetapi kita harus konsisten menjadi muslim yang baik. Adapun solusinya yakni dengan mengakui konteks pluralisme agama dengan saling toleran yang inklusiv sehingga menutup lahirnya monisme yang akan melahirkan konflik.

8 Balasan ke MENENGOK KEMBALI URGENSI PLURALISME

  1. itsme231019 mengatakan:

    salam perkenalan. hai kang Denhas apa kabar? semoga tetap bergerak ya dibidang keilmuan. nama saya ahmad, saya pernah kuliah di dakwah jurusan komunikasi penyiaran islam tapi sayang, gak tamat, karena satu dan lain alasan. saya sepakat bahwa pluralisme mengandung sesuatu yang positif, jadi tidak usah ditakuti. di UIN sendiri memang diskursus pluralisme masih digunjingkan diantara pro dan yang kontra. sudah jelas kalangan konservatif menentang konsef pluralisme karena dimata mereka, agama merekalah yang paling benar. jadi ada semacam klaim kebenaran, padahal sesungguhnya yang mereka anggap benar adalah pemikiran keagamaan yang hanya buatan manusia saja. masa sih produk pikiran manusia saja diabsolutkan, it’s really hard to imagine. betulkan. so saya sepakat bahwa pluralisme memang bagus terutama untuk konteks indonesia dimana terdapat berbagai budaya dan juga bahasa. pluralisme menjamin kebebasan beragama tumbuh dengan subur. saling apresiasi lah…sekian dari saya.
    ahmad
    urang bandung asli
    (salam buat teman-teman di dakwah, buat Pak Andi Faisal Bakti, dosen pavorite saya)

  2. pandi merdeka mengatakan:

    heheheh mampir nihhh🙂

  3. ardian mengatakan:

    Beraatttttt…hehhe…mampir bro…

  4. denhasmubaroq mengatakan:

    itsme@
    hatur nuhun kang atas komentarnya, kang kalau blh tau argumentasi kang ahmad tediteraskeun kunaon kang….? punten kalau mengganggu privasi kang ahmad.

    pandi@
    MERDEKA ternyata dunia maya lebih kongkrit jg yach….

    ardian@
    bung katanya mungasih buku hasil tulisanlo, mana janjinya….

  5. hanif mengatakan:

    lumayan rame juga

  6. iPunx balTimore mengatakan:

    hadek lah budak ieu….
    geus tiasa ngabrowsing euy di dunia maya….

  7. denhasmubaroq mengatakan:

    VENG KEUR DIMANA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: