TRANSISI DEMOKRASI MELUNTURKAN NASIONALISME MUDA

Oleh: Denhas Mubaroq T.A

(Peneliti dan pemerhati politik pemuda) 

Di tengah eforia kemenangan demokrasi atas komunisme dan nasionalisme fasis, maka tidak ada yang mengelakan hal itu karena demokrasi telah menjadi virus perubahan kepada Negara – negara maju ataupun berkembang (Jack Snyder. 2000). Sehingga dijadikan kemenagan atas liberalisme yang mana setiap Negara di dunia selalu terintegrasi dalam ekonomi pasar, dan satu sama lain akan mengalami ketergantungan ekonomi.[1]

Seperti Francis fukuyama (1989) menegaskan kembali bahwa era ini sebagai “the end Of History”. tentu saja proses demokratisasi ini akan membawa harapan yang lebih baik, terciptanya tatanan kehidupan politik yang lebih damai dan terbentuknya iklim perdagangan bebas yang akan meningkatkan kemakmuran. Dan yang paling penting adalah era penghormatan terhadap hak – hak asasi manusia di dunia, dan kebebaan Pers.

             Terkait dengan demokrasi tentunya bangsa ini sedang menuju atau masa transisi, maka tidak heran bangsa kita menjadi bahan percobaan bagi para ilmuan barat.

Saya tidak akan membawa lebih dalam lagi mengupas demokrasi, namun maksud saya berangkat dari titik posisi Negara kita saat ini maka perlu diwaspadai dan di pertanyakan bentuk nasionalisme khususnya para pemuda sehingga dapat mengatasi arus globalisasi.

            saya akan memuali dari definitive nasionalisme itu sendiri, banyak para ahli yang memberikan pengertian nasionalisme diataranya yaitu: “an imaginedpolitical community- and imagined as both inherently limited and sovereign”(Benedict Anderon, 1983). Suatu prinsip politik yang beranggapan bahwa unit nasional dan politik seharusnya simbang(ernest Gellner, 1993). Atau suatu state of mind and an act of cosciousness, jadi sejarah pergerakan nasional harus dijadikan satu ide “history of idea” (H. Kohn ,1972). Sebagai social soul(K. Lamprecht, 1920). sebagai “a sense of belonging” (Kantodirdjo,1972). dan masih banyak lagi. [2]

            Dari beberapa definisi diatas maka kita dapat gambaran tentang nasionalisme, kemudian kita beranjak kepemudaan itu sendiri. Bagaimana eksistensi pemuda bangsa sebagai ujung tombak pergerakan mengisi kemerdekaan ini dengan bentuk nasionalisme seperti apa.

 Aktualisasi Pemuda

 Melihat fenomena saat ini saya kira perlu adanya terapi bagi para pemuda Indonesia, sehingga bisa mencintai tanah airnya. Tidak bisa terelakan tentunya “westernisasi”telah mengkontaminasi bentuk budaya local, kemudian bentuk kesenian yang tidak murni lagi itu merupakan dampak dari kecerobohan para pemuda yang kehilangan rasa nasionalismenya.

Namun sangat sulit kita untuk menghindar dari semua itu, karena segala bentuk kebutuhan sudah dihegemoninya. Maka saat ini kaum tua harus seperti iklan salah satu roko di TV,yakni mempercayakan pemuda sebagai agen marketing yang bisa mempromosikan bangsa ini kepihak luar, atau memberikan instrument dan pemikiran – pemikiran yang membangun untuk kemajuan bangsa. Kemudian pemerintah juga harus pro aktif untuk membina para pemuda sebagai agen Of change. [3]

Banyak gejala sosial yang membawa kaum muda menjadi sasaran empuk, artinya karena jiwa muda pada saat itu sedang progress sehingga ada cara atau model baru maka mereka dengan cepat mengikutinya, seperti mode berpakaian, life stile yang mengarah pada budaya hedonis dan konsumtif. Bukan berarti tidak boleh, akan tetapi harus sesuai dengan normative budaya kita.

Walaupun banyak doktrin yang telah diberikan kepada kaum muda tentang nasionalisme pada masa – masa sekolah namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ironisnya pada saat ini banyak kalangan muda yang menumbuhkan rasa nasionalismenya bersifat “chauvinis”  sehingga timbul perpecahan. dan nasionalisme seperti ini dianggap sebagai “assyabiyyah”yang dikutuk Allah Swt. Teringat Soekarno ketika mengutip ucapan Kramcand Ghandi yang cinta kepada tanah air seperti mencintai segala manusia (tidak driskriminatif). [4]

Mungkin bentuk contoh kongkrit dari Nasionalisme Chauvinis pada saat ini adalah supporter bola yang memiliki rasa simpati teramat dalam bagi para club atau pemainnya, seperti Bobotoh PERSIB meunang euy..? THE Jack kalah lagi….dan sebagainya.

Dan sudah semestinya pemuda memiliki peranan yang relevan dengan tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa saat ini, yaitu dengan memperkaya kahazanah keilmuan dan mengaktualisasikan diri sesuai potensinya. Dan jangan hanya konsumen tapi juga harus berani menjadi produsen.

 Nasionalisme kini

Saya ambil istilah Pers dalam membuat berita, yaitu harus memiliki unsure 5W 1H dalam nasionalisme muda saat ini. [5]

Pertama tentunya What,apa yang dimaksud nasionalisme bagi pemuda saat ini? cukup menarik untuk menjawab ini sebab bagaimanapun juga representasi nasionalisme pada saat ini sangat komplek sehingga lahir stigma “tidak ada yang dibanggakan lagi dari bangsa ini” karena konsep Nasionalisme memiliki subtansi kebanggaan terhadap Negara.

Dan W ke dua adalah Why, mengapa perlu rasa nasionalisme? cukup ironis, karena pada saat ini para kaum muda sudah hilang rasa cinta terhadap tanah air, contoh kecil kaum muda lebih melirik musik asal luar dari pada musik daerah. selain itu juga saat ini nasionalisme telah kehilangan jejak akibat globaliasi dan pasar bebas.

Kemudian W yang ke tiga Who, untuk siapa  nasionalisme ada? tentunya untuk  semua warga Indonesia, namun kita sering diributkan dengan Indonesia bagian mana, sukunya apa, agamanya apa dan seterusnya.

Juga W yang selanjutnya adalah Where, dimana rasa nasionalisme muncul pada pemuda? apakah pada saat menjadi supporter bola saja di piala Asia, atau ketika TKI/TKW yang bekerja di Negara tetangga selalu diperlakukan tidak manusiawi, dan para aktivis mahasiswa berunjuk rasa ke kedutaan terkait.

Kemudian yang terakhir dari W adalah When, kapan  rasa nasionalisme itu  membakar gejolak perjuangan kaum muda? pertanyaan ini tentunya semua pasti menyadari bahwa kita harus membela Negara NKRI dalam bentuk apaun. Terbukti ketika Negara tetangga merauk kekayaan alam kita pemerintahan  hanya bisa mengintruksikan agar tidak terjadi peperangan, kemudian ketika budaya kita diklaim sebagai budaya mereka kita terpaku sedih. dan banyak hal lain lagi yang membuat bangsa ini rugi dan rugi.

Kemudian yang terakhir adalah unsure H yaitu How, bagaimana sih untuk terus memupuk rasa nasionalisme pemuda saat ini? apakah kurikulum di sekolah dan Perguruan Tinggi harus dipadatkan terkait masalah nasionalisme dan patriotisme. Artinya ini sangat penting untuk di renungkan dan menjadi PR besar bagi Pemerintah dan intansi terkait.

Berangkat dari fenomena itu maka saya beserta kawan – kawan di seluruh nusantara  sebagai kaum muda harus merebut kembali cita – cita bangsa sejak gelombang nasionalisme pertama yang diawali Boedi Oetomo (1908), dan sampai kepada Sumpah Pemuda (1928), akhirnya melahirkan kemerdekaan (1945), dan berkembang menjadi negara maju dengan kendaraan Orde Baru (1966), kemudian diakhiri dengan masa Reformasi (1998), dan sampai saat ini Nasionalisme pergerakan para pemuda kehilangan arah.

Dan yang perlu diingat adalah benar bahwa warna dan intensitas nasionalisme tidak selalu konstan. Dalam situasi dimana kedaulatan Negara terancam, maka nasionalisme menjadi keras dan menentang untuk membela kedaulatan itu. tetapi dimasa kedaulatan tidak terancam, maka nasionalisme mejadi lembut dan memungkinkan rakyat memperjuangkan hak – hak kewarganegaraannya.[6]

   


[1]Zezen zaenal Mutaqin , Menimbang Demokrasi: antara capitalism dan sosialisme, Jurnal Institit.2008.

[2]Husnul Khatimah, Nasionalisme Pemuda Idonesia, Makalah peringatan Kebangkitan Nasional,2006 Jkt.

[3]A.deni Darudi, Nasionalsme Pemuda di Persimpangan Jalan, Jurnal Gelora. 2006

[4]Imam B Prasodjo, The end Of Indonesia. Indonesia kehilangan pamor ,hal 188. 2001

[5]Husnul Khatimah, Nasionalisme Pemuda Idonesia, Makalah peringatan Kebangkitan Nasional,2006 Jkt.

[6]R.Z. Leirissa. Nasionalisme. makalah peringatan Hari Kebangkitan Nasional. 2006 Jkt

Satu Balasan ke TRANSISI DEMOKRASI MELUNTURKAN NASIONALISME MUDA

  1. robot "dimas" kpi 4a mengatakan:

    has ntar de ka lo blog w da w urus lagi br ane kasih tw k ente ya……….. siapa lg nak uin yg lw tw da blog kajian-kajian gini kasih tw k email w

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: