LUNTUR dan BERWARNANYA INTELEKTUAL MUDA PERSIS (PERSATUAN ISLAM)

Oleh : Denhas Muaroq T.A

(ketua HIMA PERSIS Cab. Ciputan Jkt)

Kiprah pemuda saat ini merupakan ujung tombak bagi organ Persis saat ini, artinya peran pemuda khususnya mahasiswa sangat diperlukan dalam mewarnai eksistensinya. Walaupun suara pemuda saat ini masih dipertimbangkan, bahkan selalu didiskriditkan oleh sebagaian kaum kolot.

Secara historis eksistensi pemuda Persis lebih tua dari Republik Indonesia, sehingga menjadi penting untuk terus mengembangkan sayapnya di kancah Nasional baik itu dakwahnya, pendidikannya, ataupun politiknya. Berangkat dari semangat baca yang tinggi ataupun kritiknya yang tajam bagi dinamika pemikiran, sehingga menciptakan sikap tazdid. Adapun kultur yang selama ini melekat dalam masyarakat bahwa kaum muda Persis yang secara progresif selalu melakukan terobosan yang kreaif justru pada saat ini mengalami kemandegan (stagnasi).

Hal itu saya rasakan dengan melihat alumni – alumni mu’allimin yang sedikit untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan, walaupun ada juga yang melanjutkan. Apakah ini ada doktrinasi dari pihak Ustadz yang notabene selalu berpikiran Fundamental hal itu sempat saya alami. Menarik tentunya ketika meneliti secara kuantitatif terkait SDM pengajar yang ada di pesantren, bukan berarti saya menjastivikasi bahwa SDM pengajar minim, namun yang saya analisis dilihat dari jenjang pendidikan.

Terlepas dari itu Persis bisa dikatakan Jam’iyyah Islamiyyah yang memiliki misi yaitu “mengembalikan umat islam kepada Al-qur’an dan Assunnah”. Melalui jalur pendidikan dan dakwah secara invlisit.

Mungkin bingkai itulah yang dijadikan sumber kader dari kaum muda, dan saya selalu memahami bahwa sampai kapanpun Persis tidak akan meraih keemasan lagi ketika kaum tua selalu mengintervensi kaum muda, khususnya dalam mengaktualisasikan pemikiran baru. Pola hubungan kaum muda dengan kaum tua selalu kaku, sehingga tidak heran selalu terjadi miskomunikasi antara kelompok konserpatif dan progresif yang bersifat inklusif.

Dikotomi itu selalu membayangi arah pergerakan dakwah Persis jika kaum tua mempertahankan keegoisannya, begitupun sebaliknya kaum muda selalu agresif. Pada hakikatnya Persis sangat kaya dengan kader dan Intelektual mudanya yang berhasil, dan saya heran dari banyaknya Lembaga dakwah, LSM, Parpol, Organisasi mahasiswa, Media, bahkan Civitas akademika yang ada di Jakarta selalu diwarnai oleh para aktivis yang berasal dari Pesantren Persis, dan itu membuktikan bahwa kader Persis sebetulnya bermutu tetapi karena tidak ada wadah tersendiri dari Persis sehingga lebih aktif di rumah orang lain. Maka persepsi public membaca kaum muda Persis saat ini cukup mampu mengatasi dan menjawab persoaln- persoalan yang parsial dalam menjawab persoalan umat.

Melihat fenomena diatas maka secepatnya intelektual muda Persis harus segera bertindak dengan menjawab persepsi secara serdas dengan langkah – langkah ynag tepat dan akurat. Sehingga konteksnya tidak hanya normative saja namun juga aplikatifnya.

Dan segera menganggendakan menejerial sehingga memberikan manfaat melalui program – program baru yang bersifat mencerahkan umat.

Lagi – lagi saya terangkan bahwa Persis adalah organisasi social keagamaan dalam pendidikan dan dakwah, maka saatnyalah kaum muda Persis keluar dari tradisi konserpatif, sehingga wajah pemuda Persis ke depan memiliki sosok “itelektual organic” (Atif latifulhayat) artinya memiliki kapasitas intelektual yang handal yang bisa menampilkan diri sebagai menejer yang dapat mengaplikasikan karyanya di masyarakat.

Dan yang terpenting membuang jauh paradigma bahwa pemuda Persis harus memusatkan perhatiannya kepada Dakwah seperti menguasai mimbar jum’at atau pengajian, namun sekarang harus lebih dari itu yakni, memperlihatkan wibawa intelektual, tajam dalam menganalisa permasalahan umat, dan terampil dalam pemecahannya.

Jelas itu semua harus ditopang oleh kultur pendidikan dan pendidikan dan pendidikan yang bebas, artinya tidak ada larangan lagi ketika santri melanjutkan ke UIN atau IAIN apalagi ke luar negeri selain Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: