BAHASA JURNALISTIK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI MASSA

Oleh: Denhas Mubaroq T.A
(Kabag Humas LPM INSTITUT)

Bagi para penulis dan jurnalistik, bahasa adalah senjata dan kata-kata adalah pelurunya. Mereka yidak akan melumpuhkan kekuatan pikiran suasana hati, dan gejolak khayalayak pembaca, pendengar, atau pemirsanya, jika tidak menguasai bahasa jurnalistik.ada bentuk perbedaan tentunya dalam bahasa yang dipakai sehari-hari dengan bahasa jurnalistik. Bentuk bahasa yang senantiasa digunakan baik secara aturan baku atau tidak baku.
Dan kita selalu merasakan enak jelas dan mudah dimengerti dalam membaca dan mendengar media massa khususnya cetak. Ada terdapat macam bahasa media cetak yang menjadi ciri khas media itu, kita selalu membandingkan bahasa jurnalistik yang dibuat oleh media cetak seperti Kompas, Tempo, dengan Rakyat merdeka. Tentuya kitapun selalu terjebak dengan bahasa sastra dengan jurnalistik adapun bahasa jurnalistik memiliki ciri khas bahasa tersendiri,.karya jurnalistik berpangkal pada kenyataan atau fakta, sedangkan sastra perpangkal pada pikiran dan intuisi.oleh sebab itu maka lebih jelas lagi kita mengupas “bahasa jurnalistik sebagai media komunikasi”

A. Bahasa Jurnalistik
Kekuatan bahasa jurnalistik dapat mempengaruhi khalayak ramai yang membaca, mendengar dan melihat. Bahasa jurnalistik diciptakan untuk semua lapisan masyarakat dan tidak ada yang mengkhususkan.berangkat dari Daryl. Franzel dan George Tuck (pakar Pers Amerika) “A Comprehensive Guid for Student and Journalist” (1996) artinya, apa apa yang dibaca dari media masa dapat dimengerti tanpa bantuan pengetahuan khusus.
Menurut F. FraserBond dalam An Introduction to Journalist (1961), jurnalistik adalah segala bentuk yang membuat berita dan ulasan mengenai berita sampai kepada kelompok pemerhati. Dan masih banyak pengertian dari para ahli. Seorang journalist harus terampil, ada empat komponen keterampilan dalam berbahasa, yaitu: keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill), dan keterampilan membaca (writing skill). Menurut Mc Luhm, setiap media memiliki tata bahasa sendiri, yakni seperangkat peraturan yang erat kaitannya dengan berbagai alat indra dalam huungannya dengan pengguna media.
Seperti bahasa TV, dia pun memiliki bahasa yang khas, karena memadukan kata-kata, suara, serta gambar bergerak secara bersamaandan seketika. Berangkat dari pengertian – pengertian yang sudah diuraikan maka kita dapat memahami apa yang dimaksud bahasa jurnalistik. Seperti penuturan Rosihan Anwar (wartawan senior) bahsa Pers adalah salah satu ragam bahsa yang memiliki sifat-sifat khgas yaitu : singkat, padat, sederhana, jelas, lugas, dan menarik. Namun bahasa jurnalistik secara tidak langsung akan mengikuti perkembangan dan masyarakat (Anwar, 1991).
Kemudian menurut S. Wojowasito (KLW PWI) Jawa timur (1978), bahasa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian dan majalah.dengan fungsi yang demikian itu bahsa tersebut haruslah jelas dan mudah dibaca oleh mereka dengan ukuran intelek yang minimal, sehingga sebagaian besar masyarakat yang melek huruf dapat menikmati isinya. Walaupun demikian bahsa jurnalistik haruslah haruslah sesuai dengan norma-norma tata bahasa yang antara lain terdiri atas susunan kalimat yang benar dan pilihan kata yang tepat. (Anwar 1991) .

B. Komunikasi Massa
Secara umum komunikasi Massa dapat didefinisikan sebagai proses komuikasi yang dilakukan oleh komunikator yang berbentuk media (cetak, elektronik) yang mewakili suatu hal informasi yang disampaikan berupa pesan-pesan yang berkaitan dengan berbagai kepentingan khalayak ramai. Media komunikasi selalu tersedia untuk digunakan dalam menyampaikan pesan, harapan, kehendak, bahkan ancaman. Dalam perspektif jurnalistik, komunikasi massa dilakukan melalui saluran media massa cetak atau elektronik.
Arus informasi yang bebas dan terbuka pada saat ini memberikan peluang kepada media untuk mentaranformasikan pesan dan informasi kepada khalayak. Sejak revolusi Indurtri di Inggris dan Revolusi francis seratus tahun kemudian, terjadi perubahan-perubahan dalam kemerdekaan pers. Dalam perkembangannya tiga decade kemudian kurang lebih 30 tahun lingkungan komunikasi internasional terbuka lebar. Itu artinya proses komunikasi massa secara histories sampai sekarang sangat berpengaruh terhadap kehidupan ssosial dan bernegara.seperti Hideo Ono (Jepang) termasuk pendidik jurnalistik yangmerasa perlunya menghilangkan sifat kedaerahan dan nasioanal mengenai pembatasan informasi.
Bagaimanapun juga dalam menyampaikan atau menerima suatu informasi untuk kepentingan public adalah bersifat universal dan terbuka. Kemudia dalam Negara yang menganut system komunikasi liberal setiap individu dapat mengemukakan pendapatnya secara bebas berdasarkan kemampuan berfikir individu itu sendiridan tidak mengganggu kebebasan hak individu lainnya dalam mengemukakan pendapatnya, dan ini selalu dipakai menjadi landasan Negara liberal.
Kemudian komunikasi massa di Inggris, menurut Wirght seperti surat kabar, majalah, dan film, diproduksi dan di distribusikan sebagai pekerjaan swasta dan independen secara komersial sebagaimana di amerika Serikat. Walaupun siaran radio dan TV sudah lama diorganisasikan sebagai monopoli dibawah public kooorporations atau perusahaan Negara.dan sekarang masih gabung dan banyak pula yang mengintregasikan sebagai usaha komersial. (Wright, 1986). Fungsi media komunikassi massa adalah tidak lain memberi informasi dan menghibur. Juga berfungsi sebagai alat pemasaran dan periklanan. Sehingga secara mendasar media komunikasi massa adalah untuk membantu menemukan kebenaran serta menyelesaikan masalah-masalah politik dan social dengan cara mengetengahkan semua bentuk fakta dan opinisebagai dasar pembentukan keputusan. Media masyarakat beroperasi dalam masyarakat kapitalis dimana prinsip pembimbimngnya adalah kebebasan berusaha, ini berarti instrmen-instrumen komunikasi massa dimiliki oleh swasta dan akan bersing dalam pasar terbuka.

C. Bahasa Jurnalistik Sebagai Media Komunikasi Massa
Sebagaimana yang tertuang dalam penjelasan diatas, bahwa bahasa jurnalistik dapat di definisikan sebagai bahasa yang digunakan oleh para wartawan, redaktur atau pengelola media massa dalam menyusun dan menyajikan. Memuat dan menyiarkan, serta menayangkan berita dan laporan peristiwa atau pernyataan yang benar, actual, dan penting sehingga menarik dengan tujuan agar mudah dipahami isinya dan cepat ditangkap maknanya. Kemudian media adalah sarana atau alat dalam memuat atau menyiarkan sesuatu hal dengan bahasa jurnalistik yang akan disampaikan kepada khalayak ramai yang bersifat terbuka. Adapun komunikasi massa merupakan implementasi dari kegiatan penyampain pesan melalui media massa terhadap khalayak ramai.

Buku Bacaan
Samaridia, AS Haris. Bahasa Jurnalistik. Bandung, Simbiosa Rekatama Media. 2001Abbas Bakti. Komunikasi Internasional. Jakarta, Yayasan IISIP.2003
Sumartono, Kecerdasan Komunikasi. Jakarta, Elekmedia. 2003

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: