Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an

Oleh : Denhas Mubarok T.A
Berdasarkan kajian tentang terma-terma dakwah yang diintrodusir Al-Qur’an sebagai kitab dakwah dapatditarik beberapa kesimpulan sebagai mana berikut :

A.Eksistensi Al-Qur’an dalam konteks dakwah, selain sebagai materi dakwah juga sebagai pesan moral        yang mengandung nilai filosofi dakwah. Sehingga dapat dijadikan sebagai “kitab dakwah” yang menjadi rujukan utama dan otentik. Karena mengandung tiga wilayah, yakni pada wilayah apa (ontologis), bagaimana (epistimologis), dan untuk apa (aksiologis).

B.Isyarat dalam ontology dakwah dapat diambil dalam Al-Qur’an, diantaanya :
1. mengenalkan sejumlah terma dalam konsep dakwah. Terma yang paling popular yaitu “ad-da’wah ila       al-khayr, al-amr bi-al-ma’ruf dan an-nahy an al-munkar”. Dalam konteks ini tanggung jawab sebagai seorang muslim di kehidupan social masyarakat sebagai figure, bukti, dan saksi kehidupan islami (syuhada’a ala an-nas), umat pilihan (khayra ummah ) yang mampu merealisasikan pesan – pesan ilahi, diantaranya:
a) menyatakan dan menyerukan al-khayr (yad’una ila al-khayr)
b) Melaksanakan dan menganjurkan al-ma’ruf (ya’muruna bi-al-ma’ruf)
c) Serta menjauhi dan mencegah dari yang munkar (yanhaunna an-al-munkar)
2. dalam terma al-khayr dan al-ma’ruf menurut konotasi Qur’an tidak diartikan sama-sama “kebaikan”. Al-khayr dikonotasikan sebagai nilai etika nilai dan moral prinsipil serta universal, dan tidak terikat secara komunal oleh ruang dan waktu. Sedangkan al-ma’ruf yaitu nilai kebenaran yang sudah dikenal secara cultural.
3. terma dakwah dalam Qur’an diekpresikan dalam bentuk kata kerja teranstif (fi’il muta’addi), dan ada pula yang menggunakan kata kerja perintah (fi’il amr). Dan ini mengisyaratkan bahwa uapaya kegiatan dakwah perlu dikerjakan secara dinamis, serius, sistematis,profesional, dan proporsional.
4. secara professional, tampil para pemimpin ummat (a’immah) yang berperan membawa masyarakat kearah pembinaan dan perbaikan masa depan umat (yahduna fi al-khayrat). Dengan penuh berkonsebtrasi mendalami ilmu pengetahuan yang diproyeksikan sebagai motivator dan pembawa peringatan serta kebahagiaan.
5. terma yang secara umum dalam dakwah yaitu : tabligh, tarbiyah, taklim, tabsyir, tandzir, taushiyat, tadzkir, dan tanbih. Yang mempunyai esensi adanya pesan moral dan misi suci tentang nilai-nilai kebenaran, kebaikan, yang perlu diperjuangkan.

C. Secara epistimologi Al-Qur’an mengisyaratkan beberapa hal diantaranya:
a) Visi misi uatam dalam dakwah tidak terlepas dengan manusia sebai objek (kitab) utama Al-Qur’an. Dengan demikian fungsi dan tugas manusia dalam hubungannya terbagi menjadi tiga dimensi yakni, secara horizontal dan vertical (hablum minallah, hablumminan-nas, dan hablum ma’a al-alam.).
b) Tanggung jawab manusia sebagai ibadullah dan fungsinya sebagai khalifah fil-ardh, dalam konteks ini lahir beberapa pesn moral, yaitu:
1. norma dakwah berwawasan kemanusiaan dan cultural (perspektif sosiologis antropologis)
2. norma dakwah yang berwawasan lingkungan (perspektif ekologis)
3. norma dakwah yang berwawasan moral ketuhanan ( perspektif teologis)
c) esensi normative Qur’an sebagai konsep ajaran hidup tentang baik dan buruk; benar dan salah, sebab dalam Qur’an pun visi dan misinya adalah al-haqq, khilafah, dan risalah. Serta mewujudkannya dengan nilai -nilai uluhiyyat, mulukiyyat, dan rububiyyat sesuai dengan sifat- sifat Tuhan.
d) Secara metodik konsep dakwah terbagi menjadi, metode “konseptual” (dasar) yang menyangkut dengan bi-al hikmah, al-muidzah, mujadalah ahsan. Kemudian metode “teknis”, yang menyangkut pembiasaan, sejarah dan, pantauan (uswah)
e) Karakteristik dakwah Qur’ani, secara umum mengacu pada pesan moral universal. Seperti kehadiran Rosul dan ajaran islam sebagai rahmatan li al-a’lamin yang merepleksikan kemaslahan, kjemanfaatan, kesejahtraan. Dan berguna serta bernilai bagi semua phak disentero mahluk. Juga lebih khusus diekpresikan dari Qur’an berkaitan dengan dakwah dengan penyampaiannya sebagi berikut;
1. dengan cara yang lebih baik
2. cara penuh kasih sayang
3. tidak memaksakan, dan tidak muncul dari rasa dendam atau kebencian
4. tidak melalui kekerasan (anarkis)
kemudian iklim yang harus dibagun dalam dakwah adalah pencerahan pikiran, penyejukan jiwa, menghindari dari kekerasan. Sehuingga idiom yang harus muncul dalam aktivitas dakwah adalah persahabatan, perdamaian, pertolongan, perbaikan dan pembebasan.
f) prinsif – prinsif dakwah Qur’ani diantaranya : toleransi (tasamuh), keadilan (al-adl), egalitarian dan demokratis (musyawarah). Karakteristik diatas menyimpulkan bahwa pada prinsipnya proses dakwah harus demikian :
1. Adam al-ikrah fi ad-din, yaitu menghargai kebebasan dan menghormati hak asasi individu.
2. Adam al-haraj, yaitu menghindari kesulitan, kepicikan dan kesempitan.
3. Dafu adh-dharar wa al-mafasid, yaitu menghindari kemadharatan dan kerusakan.
4. At-tadaruj, yaitu bertahap, garadual dan mengikuti proses
D. Aksiologi dakwah, Qur’an menegaskan bahwa tujuan dakwah pada dasrnya dikategorikan dalam empat bentuk, yaitu:
1) Tujuan ideal adalah terciptanya situasi kondisi dar as-salam atau an-nur
2) Tujuan instoitusional adalah tegaknya tanggung jawab kekhalifahan
3) Sedangkan tujuan konstitusional adalah tegaknya tata aturan ibadah dan muamalah sesuai dengan ajaran.
4) Oprasional adalah, tegaknya al-birr, al-haqq, al-khayr, dan al-ma’ruf dalam wujud makarim al-akhlak.

E. Berangkat dari ontology, epistimologi, dan aksiologi. Maka Qur’an sebagai konsep dasar dakwah telah memberikan gambaran berupa konfirmasi, legitimasi, dan justifikasi tentang kehadiran ilmu dakwah dan lembaga, serta pranata social kegiatan dan kajian dakwah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: