KEBENARAN DALAM ILMU KOMUNIKASI DAN ETIKA

Oleh : Denhas Mubaroq T.A

(pencari kebenaran)

A. Hakikat Kebenaran
Berangkat dari zaman renaissance, dimana munculnya priode perkembangan peradaban atau dikenal dengan zaman humanisme. Yakni pandangan bahwa manusia secara totalitas mengatur dunia dan dirinya. Pada zaman pencerahan kebenaran diukur berdasar kebijakan Gereja maka dengan humanisme dan individualisme lepaslah dari agama (gereja itu) empirisisme dan rasionalisme. Descartes, Spinoza dan Leibniz mereka adalah tokoh Rasionalisme, yaitu yang mengatakan bahwa akal adalah alat yang terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Hakikat kebenaran menurut empirisisme berawal dari pengalaman objek secara empiris, sedangkan rasionalisme berawal dari hasil pemikiran.
Hakikat kebenaran tidak terlepas dari idealisme objektif, yakni hakikat kebenaran dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kebergantungan pada jiwa (mind) dan roh (spirit). Banyak para filosofi yang berpendapat tentang idealisme, seperti Schelling dan Berkeley menyebut filsafatnya idealisme objektif (objectife idealism) karena alam adalah sekedar intelegensia yang dapat dilihat. Sedangkan Hegel menjadi dua, yaitu objektif dan subjektif, dengan mengemukakan tesis dan antitesis seperti dengan idealisme absolute sebagai sintesis tertinggi dibandingkan dengan idealisme subjektif (tesis) dan idealisme objektif (antitesis). Adapun Kant dan Lock menggolongkan bahwa seseorang dapat dapat kontak dengan idea-idea ( epistemological idealism).
Terlepas dari asumsi di atas maka kita dapat menyimpulkan bahwa hakikat kebenaran masih relative. Baik itu yang transenden sifatnya.

B. Kebenaran dalam Perspektif Ilmu Komunikasi
Berawal dari kisah Adam dan Hawa tentunya kita bisa menyimpulkan betapa pentingnya hakikat komunikasi merupakan fenomena social. Komunikasi apabila diaplikasikan secara benar akan mampu mencegah dan menghilangkan konflik sehingga terbina kesatuan umat manusia yang harmoni. Manusia adalah makhluk social yang membutuhkan yang lainnya, maka semakin besar masyarakat maka semakin banyak timbul perbedaan persepsi atau persamaannya. Scrheem menyatakan bahwa field of experience atau bidang pengalaman, artinya pengalaman sangat berpengaruh dalam membentuk kebenaran sehingga tidak terjadi miscommunication.

C. Kebenaran dalam Perspektif Etika Komunikasi
Asumsi Aristoteles terkait retorika adalah seni persuasi sedangkan retorika adalah bagian dari komunikasi sehingga dalam berkomunikasi secara etika uraian harus jelas, singkat dan meyakinkan, dengan keindahan bahasa yang disusun yang bersifat (corrective), memerintah (instructive), mendorong (suggestive), ataupun mempertahankan (defensive). Walaupun etika menurut saya relative, sebab secara definitive relative sebagai penolakan terhadap bentuk kebenaran universal tertentu. Dan perlu di ingat tidak ada prinsip moral yangbenar secara universal sebab menurut Donalson, (1989) bahwa kebenaran moral adalah kesepakatan cultural dalam masyarakat. Kesimpulannya kebenaran bisa menjadi objektif ketika yang erkomunikasi memahami secara moral dan normative sesuai dengan kultur dalam masyarakat itu sendiri.

D. Kebenaran Sebagai Inti Manuisa Komunkasi
Pada hakikatnya kebenaran masing-masing orang sangat dipengaruhi oleh moralitas semuaorang, dan akibat berkomunikasi maka maka kebenaran itu diakui sesuai moralitas orang. Artinya hakikat berfilsafat adalah mencari kebenaran dengan seobjektif mungkin kemudian objek dari tu adalah manusia, maka salah satu untuk mengenal onjek melalui komunikasi.

Buku bacaan:
– Ahmad Tafsir . Filsafat Umum. 1990, Rosdakarya. Bandung
– Henry Hazlitt, Dasar- Dasar Moralitas, 2003. Pustaka Pelajar. Yogyakarta
– Mohhammad Ashomali, Relativisme Etika, 2005. Serambi, Jakarta
– Onong Uchjana, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. 1993. Aditya Bhakti. Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: