Manusia baru : Human Investmen, harus tercerahkan

Oleh: Denhas Mubaroq T.A

(sekertaris Umum LPM Institut UIN Jkt)

Manusia pada dasarnya tidak bersifat manusiawi, karena hakikat manusia yang selalu rakus baik dalam meraih kekuasaan dan kekayaan tidak pernah terhenti. Hobbes dalam pemikiran politiknya mengatakan bahwa manusia seperti itu diibaratkan sebagai Leviathan, sejenis monster atau makhluk raksasa yang ganas dan menakutkan yang selalu mengancam eksistensi manusia lainnya. Konteks ini kalau di analogikan dengan Student Government yang ada di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jelas bahwa Leviathan adalah sebagain KBM (keluarga besar mahasiswa) yang terdiri dari BEMU/F serta aktivis lainnya yang berfikir pragmatis tanpa menghiraukan kesejahtraan mahasiswa. Penulis meyakini hal itu berangkat dari asumsi dasar manusia sebagai pusat segala persoalan social dan politik. (T. Hobbes).

Mungkin terlalu lebar pembahasannya, namun penulis bermaksud agar mahasiswa baru harus sadar dengan investasi manusia (human investment) artinya harus dan wajib mengaktualisasikan diri di berbagai organisasi yang layak tentunya baik ekstra ataupun intra. Penulis bermaksud memberikan stimulus kepada mahasiswa baru untuk menjadi manusia yang berkualitas baik ilmu dan iman yang mampu melaksanakan tugas-tugas manusia yang akan menjamin adanya suatu kehidupan yang sejahtra material dan spiritual. Dengan sifat dan garis independent menjadikan watak mahasiswa baru sebagai calon intelektual muslim Indonesia yang berkualitas. Begitupun Islam dalam menetapkan untuk hidup di dunia ini tidak merupakan tujuan, melainkan merupakan jalan yang kemudian masing-masing manusia bertanggung jawab atas nasibnya sendiri.(G.E von Grunebaum).

Mungkin menjadi sangat relevan ketika mahasiswa baru mulai menentukan identitasnya sebagai mahasiswa yang notabene memeiliki tanggung jawab besar terhadap nasib dan kesejahtraan bangsa dimasa depan. Oleh sebab itu tentukan dari sekarang, dari beberapa tifikal mahasiswa diantaranya, apakah anda ingin jadi aktivis pergerakan, pemikiran? yang ikut mewarnai pergolakan intelektual ataupun poitik kampus. Ataukah ingin jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah langsung pulang), atau mahasiswa hedonis yang menghabiskan waktu bersama teman nongkrong dan jalan-jalan? Mungkin anda lebih tertarik dengan mahasiswa akademis, yang kegiatannya hanya belajar to, yang identik individualistis. Ataukah apatis, yang acuh terhadap segala permasalahan atau gejala social yang ada di kampus?

Bagaimanapun kampus ini terbentuk dari kesatuan dalam keragaman, artinya pluralitas adalah harga mati. Dengan demikian penulis mengharapkan kepada mahasiswa baru agar melepas keyakinan dan ideology yang tertanam dari polulasi masing-masing dengan mengubah pola pikir yang fundamental kearah yang mencerahkan. Dan membentuk kultur yang berupa cita-cita kemanusiaan baru dengan mempelajari aliran-aliran intelektual yang bercorakan lebih rasional serta mencerahkan, dan jangan terjebak dengan rayuan islamisme yang kaffah tetapi membodohkan.

Banyak identifikasi pariatif yang menstigmakan bahwa harus berhati-hati dengan Ciputat yang telah membentuk pulic opinion seperti radikal, sekuler dan liberal. Justru dengan berfikir liberal kita bisa memahami betapa munafiknya golongan fundamental yang seolah-olah bersikap islami tetapi sangat dangkal dalam pengetahuan islamnya. Dan justru harus lebih hati-hati dengan ferformen arabisme yang bersifat eklusif serta konservatif. Lagi- lagi penulis memberikan kebebasan dalam bersikap dan beraktifitas, yang jelas dimanapun adanya kalian tetap harus cnderung kepada kebenaran (hanief), bebas terbuka dan merdeka, obyektif rasional dan kritis, serta progresif dan dinamis, dan yang terpenting demokratis jujur dan adil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: