Kecemasan, untuk memerdekakan KPI

Oleh: Denhas Mubaroq T.A

(Mahasiswa KPI)

Berawal dari ksadaran kolektif bahwa eksistensi Fakultas Dakwah dan Komunikasi saat ini masih diperhitungkan dalam dunia akademisi. Terlihat masih banyaknya minat dari civitas akademika untuk menduduki kursi di FDK khususnya KPI melonjak tinggi ibarat tiket transfortasi menjelang mudik. Sebuah prestise bagi sebagian kalangan akademisi, namun sebaliknya sebagaian mahasiswa sebagai kecelakaan sejarah akibat ketidakjelasan orientasi, artinya ketidakadilan bagi perkembangan khazanah ilmu komunikasi secara khusus.

Suatu pembohongan public ketika sebuah informasi serat dengan subyektifitas. Ada dua kendala yang menghambat jalannya World Class University khususnya KPI, yaitu pertama SDM yakni pengajarnya yang kurang sesui dengan ahlinya, kemudian factor infrastruktur (LAB) sebagai sarana untuk mengembangkan potensi sangat minim.

Maka berangkat dari kecemasan itu kita selaku civitas akademika KPI termotivasi untuk membuat suatu kegiatan sederhana namun memberikan kontribusi yang rill. Kegiatan ini tidak lain DISKUSI FILM DAKWAH, sebagai salah satu medium untuk menelaah lebih lanjut mata kuliah komunikasi baik massa, pribadi ataupun antar budaya dan agama. Secara sederhana kegiatan ini dibuat lebih persuasive karena jenis film ini tak hanya sekedar menampilkan fakta tentang kebenaran ataupun kejayaan islam, tetapi ditunjukan untuk mempersuasi penontonnya dan megubah prilaku manusia agar sesuai dengan kerangka nilai yang dianggap ideal, yaitu kerangka islam.

Banyak ragam representasi Islam dalam beberapa film Indonesia, seperti pendapat Erik Sasono (pengelola situs rumah film) sesungguhnya representasi islam ini menggambarkan islam dan muslim melalui simbolisasi ungkapan kehidupan sehari – hari seperti aspirasi personal, pola interaksi social, manifestasi dari gaya hidup, pilihan arsitektur, penggunaan bahasa dan sebagainya. Banyak pembendaharaan film – film dakwah pasca reformasi ataupun sebelum diantaranya, Perjuangan dengan Do’a: Berdakwah dengan Musik (1980), Sunan Kalijaga: Banditisme Sosial Islam, Al Kautsar (1977), Titian Serambut di Belah Tujuh (1982) karya Asrul Sani dan Chairul Umam. Sedangkan Film setelah Reformasi lebih banyak diwarnai tema yang ringan dan genre horror, percintaan remaja dan belakangan komedi sex banyak dibuat sebagai jalan pintas untuk meraih keuntungan cepat bagi investasi.

Saat ini kebebasan berekpresi telah lahir seiring dengan perubahan politik yeng terjadi. Adapun yang menarik pada saat ini justru representasi film islam semakin berwarna namun serat dengan kehilangan makna dakwahnya seperti, Ayat- ayat cinta yang sangat fenomenal, Kun fayakun, kiamat sudah dekat, ketika cinta bertasbih dan lain-lain. Saat ini memeng penting untuk melakukan kegiatan diskusi film dengan mengasah kerangka berfikir mahasiswa agar bisa mengkritisi dan mengembangkannya sehingga termotivasi untuk berkreasi. Apalagi KPI yang berbau komunikasi, walaupun tendensinya lebih ke jurnalstik, broadcasting dan piar.

Lagi – lagi karena berbagai hal akses praktikum yang minim sehingga hanya Diskusi Filmlah yang bisa terealisasikan dengan sangat sederhana. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KPI khususnya komunitas yang mempunyai motivasi sebab kegiatan ini bersifat partisipatoris, dan tidak dibatasi untuk berpendapat serta berekpresi. Selain itu kegiatan ini salah satu wadah untuk mengintegrasikan mahasiswa dari berbagai golongan, serta kritik terhadap kultur situasi dan kondisi civitas akademika FDK yang terlalu politis. Dengan demikian kita membuat jalan untuk mahasiswa yang terelienasikan dari student government sehingga mereka terbebas dari dikotomi lawan dan teman, mari bergabung.

Satu Balasan ke Kecemasan, untuk memerdekakan KPI

  1. kayak n kita kebanyakan teori n minim praktek………..
    ……gue liat d luaran.. anak semester 5 udah spesifik ke komunikasi, n udah dapet banyak input… lha Q..ta….?

    kalo emang ga ada akses,…. kenapa kita yg g bikin wadah atau akses itu.. (mari bjuang besama)

    udah lah mendingan fokus ke keilmuan..
    gue udah muak dengan politik kampus…………………

    dari kita oleh kita dan untuk kita………VIVA KPI……. espesially KPIA………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: