THEORITICAL FRAMEWORKS

oleh: Denhas Mubarok T.A

(pengamat muda media massa)


Berangkat dari kerangka teoritis, ada beberapa tujuan yang menulusuri berbagai perspektif tentang signifikansi social dan cultural dari teknologi. Sebelum kesana saya akan merumuskan permasalahan terlebih dahulu supaya lebih focus, diantaranya dengan berbagai pertanyaan berikut :

  • Bagaimana kita hidup dengan teknologi ?

  • Apa pengaruhnya terhadap kehidupan kita ?

  • Bagaimana kita mengkonsepsi teknologi ?

  • Apakah teknologi itu netral, sehingga menentukan pengaruh kutur ?

  • Ataukah secara intrinsic teknologi dapat membentuk kultur ?

Dari berbagai pertanyaan itu tentu akan menarik bagi saya, sebab sedikitnya akan menyajikan perdebatan antara kelompok determinis teknologi dengan kelompok materialis cultural. Namun sejujurnya diskusi ini pasti akan melebar sebab akan mengarah kepada perspektif yang lebih luas yakni interaksi antara budaya dan teknologi.

a. Posisi Determinisme Teknologi

Istilah ini digunakan dalam rangka menyebut istilah yang tidak asing di telinga civitas akademika “agen perubahan sosisal”. Maksudnya bahwa teknologi juga adalah bagian dari agent of social cahange. Dimana yang pertama kali digunakan oleh Thorstein Veblen tahun 1920 –an. Pada konteks saat itu dimana kebijakan social dalam Negara telah terindustrialisasi secara signifikan yang dipengaruhi oleh kapasitas teknik. Dan saya mencoba menganalisis dari teori sosiologi klasik (aufklarung) sampe modern (posmo) hampir semua saling berkaitan dan sangat seksi dialektiknya.

b. Posisi Materialisme Cultural

Yakni pendekatan teoritis yang mengakui adanya hubungan timbal balik antara factor – factor yang berhubungan dengan perubahan social. Sehingga biasa disebut juga sosiologi teknoliogi dan teori kritis, dan istilah ini digunakan pertama kali oleh Raymond Williams. Term “materialisme” menandakan bahwa perubahan social itu adalah bagian dari proses sejarah dimana ekonomi, politik dan tekanan institusi memainkan peranan yang sangat penting. Saya teringat dengan materialisme diaelektika histories Marx dan Hegel. Dan ini sangat luas sekali untuk didiskusikan.

Terkait perdebatan diatas maka saya menyimpulkan bahwa sangat jelas bedanya antara determinisme teknologis yang mengandaikan hubungan tunggal teknologi dengan perubahan social (social of change), dengan materialisme cultural, yang mengandaikan banyak hal yang mempengaruhi perubahan social, sehingga manurutnya tidak hanya teknologi to.

Kemudian yang jadi permasalahan adalah apakah teknologi itu netral atau tidak? Sebetulnya ada berberapa pendapat terkait pertanyaan itu diantaranya, bagi yang berpendapat netral; bahwa jelas teknologi sama sekali tidak mempengaruhi atau mendeterminasi sebab ia (teknologi) hanya digunakan dalam lapangan social saja. Sedangkan yang berpendapat tidak netral; jelas – jelas banyak perubahan social yang disebabkan banyaknya penemuan teknologi baru.

4 nov 2009

Jakarta

Denhasmubaroq wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: