Sekilas Komunikasi Antar Pribadi

Oleh Denhas Mubarok T. A

Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta

Untuk menjelaskan komunikasi antar pribadi tentunya harus terlebih dahulu memahami dua komponen dasar yaitu komunikasi dan antar pribadi.

Ø Komunikasi secara sederhana dapat di definisikan sebagai proses pertukaran pesan antar komunikator dan komunikan untuk mencapai tujuan tertentu.

Ø sedangkan “antar pribadi” dapat diartikan sebagai proses hubungan yang melibatkan relasi personal atau social yang mengembangkan sistem-sistem ekspektasi bersama, emosional, beserta adaptasi sosial.

Jadi komunikasi antarpribadi dapat didefinisikan sebagai sebuah proses pertukaran pesan antar komunikator dan komunikan untuk mengembangkan sistem ekspektasi bersama, pola-poka keterikatan secara emosional, dan cara-cara penyesuaian social.

Disini juga ditekankan pada proses interaksi yang simultan sehingga saling mempengaruhi. Kalau kita pinjam bahasa Rubin dan Rubin (2001) semua proses itu jelas memiliki tujuan yang diarahkan (goald-directed).

Contoh : “seorang suami beserta isterinya duduk santai sambil menonton televisi di ruangan keluarga, mereka berbincang tentang masa depan anaknya yang sebentar lagi lulus dari tingkat SMA, mereka saling memberikan pendapat terkait studi yang akan di lanjutkan oleh anaknya yang tentunya akan memperoleh kesepakatan bersama”.

Adapun perbedaan komunikasi pribadi dan non pribadi adalah:

ü komunikasi antar pribadi biasanya langsung face to face yang mana memiliki dimensi antar personal dan tentunya bersifat keterikatan emosional (akrab) dengan prilaku yang diarahkan sesuai tujuan bersama (goal directed) sehingga keduanya saling mempengaruhi; artinya umpan balik secara langsung, yang nantinya akan membentuk kesamaan makna. (Baskin,Aronoff)

ü sedangkan komunikasi non pribadi sebut saja disini komunikasi masa, bentuk penyampaian pesan dari komunikator kepada khalayak tetunya bersifat umum dan heterogen sehingga tidak mempunyai hubungan secara emosional. Kemudian proses penyampaiannyapun melalui media massa sehingga umpan balik secara tidak langsung, dan belum tentu memiliki tujuan yang sama artinya tergantung pemahaman makna penyampaian.

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan komunikasi antar pribadi terdiri dari dua faktor diantarnya :

§ Internal : terdiri dari kedekatan individual (proximity), serta psikologi kepribadian yang tentunya akan memenuhi motif, hasrat dan kebutuhan sesuai yang diinginkan.

§ Eksternal : bersifat fisik, yakni ruang komunikasi yang berlangsung (geografis), individu itu sendiri juga situasi dan kondisi social dan nilai-nilai yang bersifat kultural dan spiritual.

Berangkat dari faktor-faktor diatas tentunya memiliki efek atau dampak yang bersifat kognitif ataupun apektif.

Relasi pertukaran (exchange relationships) peserta komunikasi tidak akan terbangun kepercayaan dengan epektif jika keterbukaan (open self) dan sikap supportif tidak dibina terlebih dahulu. Sebab dalam proses komunikasi akan saling terpengaruhi antara peserta komunikasi, sehingga secara tidak langsung akan terjadi penyingkapan diri (self disclousure). Untuk itu keterbukaan adalah gerbang pertama untuk saling memahami diantara peserta komunikasi. Dengan sendirinya akan membentuk sikap supportif demi kelancaran peserta komuniksi, sehingga sesuai dengan tujuannya yang epektif. Kemudian jika tidak dibina terlebih dahulu akan menyebabkan ketidakseimbangan (not equilibrium) dalam proses interaksi dan pertukaran itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: