MAFIA DAN KRIINALISASI di DUNIA PENDIDIKAN TIDAK DIGJAYA

Oleh: Denhas Mubarok T.A
(Ketua Parliament Wacth Indonesia”ParWI” Daerah Purwakarta)

Disadari atau tidak dunia pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua dalam rangka mencerdaskan bangsa, sebagaimana yang termaktub dalam UUD1945. pendidikan merupakan jantung suatu bangsa, dimana melalui pendidikanlah maju mundurnya langkah bangsa ini. Sehingga jika sistem pendidikan kita tidak mengacu pada aturan Undang-Udang yang telah ditentukan maka dampaknya akan luas terasa pada ranah social, ekonomi, dan budaya.

Berbicara pendidikan tentunya berbicara tentang keutuhan sumberdaya manusia, bagaimana sistem pendidikan menjadi tolak ukur kemajuan masyarakat. Sungguh sangat ironis ketika melihat fenomena yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Purwakarta, masalah muncul silih berganti, anehnya tidak pernah diselesaikan sampai keakar rumput, artinya tidak pernah tuntas. Padahal masyarakat saat ini menuntut ketegasan dan transparan terhadap problematika dunia pendidikan.

Ada beberapa yang harus segera ditindaklanjuti secara cepat dan tegas, beberapa kasus mengenai pendidikan menjadi catatan kita bersama. Diantaranya beberapa bulan lalu ada pemukulan seorang guru oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di lingkungan Sekolah, alih-alih demi kedisiplinan terhadap siswa namun oknum membalas dengan tidak wajar dan itu akan berdampak rasa tidak nyaman bagi guru dalam proses belajar mengajar. padahal sangat jelas bahwa jaminan atas perlindungan dari ancaman tertentu telah diatur oleh UU Guru dan Dosen bahkan diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda). Selain itu adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum yang memiliki jabatan terhadap salah satu pegawai negeri sipil PNS. Dan yang tidak pernah selesai sampai saat ini yakni prihal tauran antar sesama pelajar, yang memang sangat berdampak pada keselamatan masyarakat.

Kemudian isu yang berkembang saat ini, yakni prihal kelas jauh. Eksistensi kelas jauh atau kelas Sabtu- Minggu yang diselenggarakan di Kabupaten Purwakarta semakin menjamur. Penyelenggaranya dari beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berdomisili di luar daerah Purwakarta, kurang lebih terdapat sebelas PTS. Secara legal formal keberadaan ini jelas tidak mengindahkan surat edaran Direktur Kelembagaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Dikti) Nomor: 595 /D5.1/T/2007 tanggal 27 Februari 2007, dan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Republik Indonesia Nomor 2630/D/T/2000 yang telah jelas-jelas menyatakan larangan kelas jauh dan Sabtu/Minggu, bahkan ijazah yang dikeluarkan oleh penyelenggara kelas jauh “tidak sah” dan tidak dapat digunakan terhadap pengangkatan maupun pembinaan jenjang karir atau penyetaraan bagi pegawai negeri sipil. Artinya jika eksistensi kelas jauh masih ada maka dunia pendidikan di Kabupaten Purwakarta ternodai.

Seperti beberapa oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), demi pembinaan jenjang karirnya berani menghalalkan segala cara dengan mendobrak aturan yang berlaku (kuliah kelas jauh). Oleh sebab itu tentunya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) harus sangat hati-hati dan slektif terhadap Ijazah yang digunakan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Purwakarta..

Bahkan jika disinyalir terdapat oknum pejabat ikut andil dalam penyelanggara kelas jauh maka harus ditindak tegas dan diberikan sanksi sesuai yang termaktub dalam PP Nomor 30 Tahun 1980. Jika perlu DPRD melalui komisi I dan IV memanggil para oknum tersebut dan intansi terkait, seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sekaligus menghadirkan Bupati Purwakarta. Sehingga DPRD tidak hanya memanggil namun harus berani menyelesaikan kasus itu sampai tuntas dengan merekomendasikannya agar Bupati dapat memberikan sanksi administrative dan harus dipidanakan.

Fenomena yang terjadi saat ini bagai daging didalam duri, artinya budaya masyarakat pragmatis mengikuti kelas jauh yang bagi mereka cukup efektif dan efisien ternyata akan berdampak pada penurunan sumber daya manusia itu sendiri dan penurunan terhadap kuwalitas pendidikan yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Semua gambaran diatas masuk pada konteks kejahatan yang terorganisir artinya beberapa bentuk kriminalisasi pendidikan telah mewabah di Kabupaten Purwakarta belum lagi hal yang sensitif seperti kucuran dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang memang perlu adanya pengontrolan ketat oleh pihak terkait dan masyarakat.

Terkait kelas jauh, penulis berpendapat bahwa sistem kelas jauh dan Sabtu-Minggu sebetulnya tidak memiliki tiga asas dalam pendidikan, diantaranya : (satu ) Asas Proporsionalitas, yaitu mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban. (kedua) Asas Profesionalitas, yaitu asas yang mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundangan. (ketiga) Asas Akuntabilitas, yaitu asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan ataupun proses penyelenggaraan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat ataupun pemerintah.

Berangkat dari ke-tiga asas tersebut kita dapat meraba bahwa dunia pendidikan di Kabupaten Purwakarta sangat jauh dengan harapan Digjaya Purwakarta sesuai Visi Misi-nya yang pertama yaitu “ pembangunan yang berbasis religi, dan yang berorientasi pada keunggulan pendidikan, kesehatan, pertanian, industri dan perdagangan.

Maka dari itu Bupati Purwakarta harus segera menindak tegas para oknum dan mafia pendidikan di beberapa instansi pemerintahan demi mewujudkan pemerintah yang bersih dan berwibawa (good governance).

Adapun tuntutan reformasi pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (disdikpora) Kabupaten Purwakarta oleh beberapa Mahasiswa dan masyarakat merupakan aspirasi yang harus diartikan sebagai keinginan masyarakat untuk mewujudkan perubahan yang signifikan atas kinerja Dinas dalam dunia pendidian. Selain itu guna memperoleh keadilan dan kesamaan hak sehingga taraf hidup masyarakat Purwakarta akan lebih baik dan sejahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: